Kamis, 12 Juli 2018



Jadi ceritanya, beberapa menit yang lalu gue post foto dibawah ini di whatsapp story

caption nya "Fried Rice?"
Lalu, gak menunggu lama langsung banyak orang yang reply story gue, tapi dari semua reply-an orang-orang ada satu yang reply seperti ini [Hmmm Lemu]. Tau artinya gak? itu bahasa jawa yang artinya 'gemuk'.

Gue kenal banget sama orang yang bilang lemu itu, dan gue deket banget 'dulu' sama beliau. Tapi di tulisan ini gue gak akan membahas orang yang bilang gue lemu, tapi gue bakalan membahas sesuatu yang sering banget disepelekan orang lain yaitu 

BODY SHAMING

Sebenernya dari gue SMA, gue gak pernah peduli omongan orang tentang tubuh gue, sekalipun itu keluarga gue sendiri yang sering ngomongin gue ini dan itu

Ketika orang-orang bilang
"Gendut banget ya sekarang"
"Makan terus nih, makin hari makin gendut"
"Coba itu diatur pola makan nya, biar jadi cewek gak gendut-gendut banget"
dll

Gue cuma menjawab dengan diem dan senyum, karena mau dijawab apalagi coba kan? meskipun mereka merasa itu hanya basa-basi yang tidak bakalan gue pikirkan, tapi bisa aja kan kalau basa-basi itu ternyata bisa menyakiti ?

Jujur dari gue SMA, gue emang udah gemuk. Mungkin dulu beratnya mau 50-an, padahal ideal tubuh gue itu 47-49. Lalu ketika gue jadi mahasiswa baru, gue nimbang untuk cek kesehatan di kampus dan berat gue kala itu sudah 55, dan sekarang sudah lewat 4 tahun di Malang. Berat gue sudah jauh lebih berat dari maba kemarin.

Tapi dari semua itu, ketika gue di Malang berteman sama temen-temen gue, entah itu di jurusan atau di organisasi, mereka sama sekali gak ada yang suka body shaming ke gue, sekalipun ada juga palingan anak kontrakan yang sama-sama gendut, tapi itupun kondisinya malah gue sama dia saling ngata-ngatain sambil bercanda, padahal besok pagi nya kita sama-sama lari di taman, bukan buat diet bukaan. Tapi buat ga tidur lagi abis ta'lim haha

Berbicara body shaming, gue yakin bukan orang gendut aja yang ngerasain, tapi yang kurus kaya bambu juga pasti sering banget kan dapet ucapan2 basa-basi nyelekit itu?

Minggu lalu di tempat fitness gue di deket kantor, selain mayoritas member nya adalah perempuan2 yang gemuk, ternyata gue menemukan perempuan yang kurus banget, terus gue denger dia ngobrol sama salah satu instruktur di sana, dia sampai nanya "saya harus minum apa aja biar badan nya bisa gemuk?"

Whaaaaaatt? tuh kaan, disaat banyak perempuan berjuang untuk kurus, para perempuan yang kurus juga ada yang sedang berjuang untuk gemuk lho (atau tepatnya berat badan ideal wkwkw)

ketika itu gue langsung lihat diri gue sendiri, gue kaya ditegor sama Allah
"Tuh De, hidup itu gak hanya urusan gendut atau kurus, tapi lebih dari itu. Nanti diakhirat kamu ga ditanya sama malaikat bb kamu berapa? tapi yang ditanya (ini kenapa amal sholeh nya gak berat?) hayoo bisa jawab gak???"

Oleh karena itu bagi gue sekarang, kita bukan saat nya lagi basa-basi dengan obrolan pembuka tentang fisik, sumpah yah emang dengan kita berbicara seperti itu, tubuh kita udah sempurna?

[Hayooo kita saling istighfar, kalau sering basa-basi tentang fisik :') ]

Empat tahun gue kuliah di Malang, dan 4 tahun itu gue bersyukur bisa kenal sama kuliner malang yang kaya dan hemat dikantong banget, mungkin kalau gue dulu rajin motret sama ngeblog, blog ini bakalan penuh isinya dengan review kafe dan makanan. Sampai-sampai, dulu ada beberapa temen gue sering banget menjadikan gue referensi kalau dia mau makan dimana, nyari kafe yang cozy dimana, nyari tempat rapat untuk berapa orang dan enaknya makan apa itu dimana.

Tapi dari empat tahun itu gue gak pernah menyesal dengan pengalaman gue explore kuliner di Malang, dan sekarang masih berlanjut di Jakarta dan BSD. Karena bagi gue makanan itu karya seni, selain kebutuhan hidup makanan itu punya seni yang tinggi, makanya kan sekolah buat jadi chef itu mahal, karena ilmu nya itu yang masyaAllah..

Well, mari kita balik ke topic utama kita "Body Shaming"
Teman-teman gue yang gue sayangg..
Percayalah body shaming itu sangat mengerikan, kita gak pernah tau apa yang terjadi di belakang orang yang kita basa-basi in tentang bentuk fisiknya.

Asal kalian tau aja, ketika gue post foto gambar diatas, sebenernya itu makanan gue berbuka puasa, dan gue terakhir makan berat(nasi) itu kemarin siang, dan gue gak pernah post apapun makanan yang gue makan, karena bagi gue ketika makanan itu ada seni nya, maka akan gue post.

Tapi lihat juri-juri manusia, mereka dengan 10 jari nya itu bebas untuk berprasangka. Sedih gak sih? effect body shaming itu ngeri banget menurut gue, mungkin di beberapa negara diluar sana, banyak korban bunuh diri karena Body Shaming dari orang-orang disekitarnya, apalagi kalau dia gak punya Iman. Yowess mau dikuatin sama siapa lagi coba?

Dan ditulisan ini gue cuma mau sharing kalau kita harus punya telinga yang tertutup kalau denger basa-basi unfaedah tentang body shaming, harus bisa senyum dengan tabah menjawab pertanyaan-pertanyaan juri-juri itu, dan yang penting kita harus bersyukur dengan tubuh yang kita miliki sekarang.

Ketika kita punya tubuh yang gendut atau kurus, tapi kita memiliki semua indra yang sehat. Bukankah itu hal yang harus kita syukuri dalam-dalam? Allah tidak ingin melihat hamba nya sedih, tapi Allah ingin lihat kita bahagia, So semoga goals kita bukan punya body yang seperti orang-orang inginkan, tapi kita bisa menjaga tubuh ini agar sehat dan bisa makin banyak ibadah nya lagi.

"Please Dear.. Stop Body Shaming.. Ok?"

Masih banyak kok hal-hal lain yang bisa menjadi basa-basi selain bicarain tubuh, contohnya bahas tentang karya, bola, film, politik, negara, liburan, dan banyak hal lainnya.

Dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat yang baca :)

Thankyou

2 komentar

Terimakasih telah memberi pencerahan di hari Jumat yang penuh berkah ini ^_^

REPLY

Keren sih ini, kak ade ❤️

REPLY

Ade Sofiarani . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates