Kamis, 21 Februari 2019



Galon?
Sebuah benda yang hampir selalu ada di setiap rumah, fungsinya menyimpan air untuk minum. Ngomongin tentang galon, bisa dikatakan gue baru tau ternyata ada teori belajar yang disebut (belajar dari galon)


Jadi ceritanya, bulan lalu hari sabtu tanggal 26 Januari 2019, gue sempet ngikut salah satu materi buat anak-anak Kammi yang lagi TFI (Training for Instruktur), materi nya cukup seru sih malem itu, pokoknya bikin gak ngantuk. Apalagi pas pematerinya bahas teori galon, kalau boleh gue runut kronologi beliau yang ngasih materi waktu itu, beliau ternyata memulai dengan pertanyaan ini

"Coba berikan 20 pertanyaan tersulit menurut kalian ke saya"

Lalu semua anak-anak dikelas, satu sama lain saling bertanya macam-macam. Setiap pertanyaan ternyata nggak langsung dijawab, melainkan dicatat di papan tulis point-point nya, setelah semua pertanyaan dicatat, pemateri konfirmasi lagi ke peserta di ruangan, apakah ada lagi pertanyaan tambahan selain 20 pertanyaan yang udah dicatat di papan, akhirnya semuanya menjawab tidak ada. 

Awalnya gue menyangka, beliau bakalan menjawab semua pertanyaan audience yang udah beliau catat, ternyata enggak guys, ga ada yang beliau jawab melainkan beliau lempar lagi ke yang bertanya, apa jawaban dari pertanyaan yang kamu ajukan? Disitu gue sempet bingung, waduh senjata makan tuan ucap gue dalam hati, sempet bingung orang-orang yang dibalikin lagi pertanyaan nya disitulah beliau bilang

"Sebenarnya setiap orang yang bertanya kepada saya tadi, ia sudah mengetahui jawaban yang ia tanyakan 50% nya"

Ohiya gue langsung mikir, bener juga ya, kadang bertanya juga seringkali cuma buat ngetest aja hahaha. Setelah lebih dari 60 menit diskusi di ruangan menjawab pertanyaan anak-anak dan saling lempar dan menanggapi, ternyata ustadz baru bilang kalau 

"Materi saya belum mulai ya ini, tadi hanya prolog aja"

Deg, lama banget ternyata prolog nya, lalu ketika beliau memulai materi nya yang berjudul (Manajemen Forum), saat itu beliau ceritakan tentang teori galon, beliau bilang begini

Teman-teman, sadar gak? Apa yang sudah kalian lakukan barusan? Kalian mengawali materi manajemen forum dengan menguras semua yang kalian miliki, apapun yang kalian punya kalian keluarkan? Setuju? Sekarang saya tanya? Kalau ada galon mau diisi air, kalau galonnya penuh? bisa gak diisi air?
Semua anak-anak di ruangan menggeleng, menjawab tidak bisa.
Gak bisa kan? Kalau galon nya kosong? Bisa gak diisi air?
Semuanya mengangguk dan menjawb bisa
Nah, begitupun dengan kita teman-teman, dalam belajar harusnya sebelum memulai belajar, kita mengkosongkan apa yang kita miliki, terutama kesombongan. Coba kalau kita mau belajar matematika, kita ngerasa kita adalah ahli matematika dan paling jago, terus kita ikut seminar matematika yang diadakan oleh profesor dari Malaysia, kita berangkat tanpa mengosongkan apa yang kita miliki selama ini? Jadinya apa? Ilmu yang kita serap hanya lewat tanpa masuk sekalipun. Karena kita tidak mengosongkannya. Coba kita niatkan belajar dengan siapapun dengan teori galon kosong, gak punya apa-apa, siap menampung apapun, dan gak sombong, pasti hasilnya ilmu bisa kita serap. Bukan begitu?
Lalu teman-teman diruangan (termasuk gue) yang mendengarkan mengangguk dan bilang benar ustadz, sepakat.

Malam itu, gue ngerasa banget kalau dalam belajar apapun, sepertinya yang pertama kali kita siapkan ialah, mengosongkan tampungan, menghapus rasa sombong yang ada, merasa bodoh dan siap menjemput ilmu yang baru, jangan berangkat dengan rasa sombong (ah paling yang diomongin udah pernah gue denger), biasanya kalau berangkat dari rasa yang penuh atau tidak butuh, pulang pun bukannya bertambah ilmu melainkan berkurang ilmu nya.

So, semoga kita bisa belajar dari teori galon ini, kalau
"Dalam Belajar itu harus jernih hatinya, jernih pikirannya, gak boleh sombong, dan kosongkan tampungannya"

Sekian,
thank you sudah mampir, baca, dan semoga bermanfaat


 
 

8 komentar:

  1. Apakah teori galon ini sama halnya dengan teori menghapus pikirian trlebih dahulu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai,
      tepatnya bukan menghapus pikiran ya,
      tapi mengosongkan ekspektasi

      Hapus
  2. Mantapp nih analoginya.

    BalasHapus
  3. Kirain mau repiu film Aquaman wkwkw

    BalasHapus
  4. Berarti kalau punya ilmu gak di keluar-keluarin jadi luber dong, karena udah gak nampung galonnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, makanya kalau punya ilmu, harus dibagikan ke orang lain lagi ya
      [“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)]

      Hapus

Ade Sofiarani . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates